Selasa, 27 November 2012

Modul Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Sebagaimana diketahui, media pembelajaran merupakan alat atau wahana yang dapat digunakan untuk menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik. Karena ia berupa alat, maka tentu saja ia beraneka ragam macamnya. Namun pada dasarnya tipe media dikelompokkan ke dalam enam komponen.Yaitu teks, audio, visual, motion media, people, dan manipulasi.
Keenam komponen tersebut masing-masing mencakup berbagai jenis yang beraneka ragam.Dan modul merupakan salah satu jenis dari media pembelajaran yang berupa teks.
Di era ini peserta didik, lebih-lebih mahasiswa dituntut untuk belajar secara mandiri. Dalam artian, proses pembelajarannya dilakukan oleh peserta didik tanpa atau melalui bimbingan pendidik seminimal mungkin. Dan tuntutan karakteristik pembelajaran semacam ini sangat memungkinkan untuk dilakukan dengan bantuan media pembelajaran teks yang berupa modul.Oleh karena itu, maka di sinilah letak urgensitas media pembelajaran modul.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang telah disampaikan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah berikut ini:
1.      Apa yang dimaksud dengan modul?
2.      Apa saja tujuan, fungsi dan manfaat modul?
3.      Seperti apakah ciri atau karakteristik modul itu ?
4.      Apa sajakah komponen yang perlu ada di dalam sebuah modul?
5.      Bagaimana cara penyusunan modul?
  
C.    TUJUAN PEMBAHASAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat diketahui pula bahwa tujuan dari pembahasan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian modul
2.      Untuk memahamitujuan, fungsi dan manfaat modul
3.      Untuk mengidentifikasi ciri atau karakteristik modul
4.      Untuk mengetahui komponen yang perlu ada di dalam sebuah modul
5.      Untuk mengetahui bagaimana cara penyusunan modul.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MODUL
Dalam Pedoman Umum Pengembangan Bahan Ajar yang diterbitkan oleh Diknas, modul dipahami sebagai sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru.[1]Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia modul dimaknai sebagai  sebuah kegiatan program belajar-mengajar yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari guru pembimbing, meliputi perencanaan tujuan yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pelajaran, alat yang dibutuhkan, serta alat untuk penilai, mengukur keberhasilan murid dalam penyelesaian pelajaran. [2]
            Badan Pengembangan Pendidikan Departemen Pendidikan dan kebudayaan menyatakan bahwa modul adalah satu unit program kegiatan pembelajaran terkecil yang secara terperinci dapat diurai menjadi:[3]
1.      Tujuan-tujuan instruksional umum yang akan ditunjang pencapaiannya
2.      Topic yang akan dijadikan pangkal proses belajar mengajar
3.      Tujuan-tujuan intruksional khusus yang akan dicapai oleh siswa
4.      Pokok-pokok materi yang akan dipelajari dan akan diajarkan
5.      Kedudukan dan fungsi satuan (modul) dalam kesatuan program yang lebih luas
6.      Peran guru di dalam proses belajar mengajar
7.      Alat dan sumber yang dipakai
8.      Kegiatan-kegiatan belajar yang harus dilakukan dan dihayati murid secara berurutan
9.      Lembaran-lembaran kerja yang harus diisi murid
10.  Program evaluasi yang akan dilaksanakan selama berjalannya proses belajar ini.
Yudhi Munadi dalam Media Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru mengatakan bahwa modul merupakan bahan ajar yang dapat digunakan oleh siswa secara mandiri.Sebab modul disusun secara utuh dan didesain untuk system pembelajaran mandiri.[4]
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa modul merupakan salah satu media pembelajaran teks yang berbentuk cetak yang menekankan pembelajaran secara mandiri.

B.     TUJUAN, FUNGSI DAN MANFAAT MODUL
Penyusunan modul dilakukan berdasarkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Di antaranya adalah:
1.      Agar peserta didik dapat belajar secara mandiri, baik tanpa atau dengan bimbingan pendidik seminimal mungkin
2.      Agar pendidik tidak terlalu dominan dan otoriter dalam kegiatan pembelajaran
3.      Melatih kejujuran peserta didik
4.      Mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan memahami dan tingkat kecepatan belajar peserta didik
5.      Agar peserta didik mampu mengukur sendiri tingkat penguasaan materi yang telah dipelajari.
Sebagai salah satu media pembelajaran, fungsi signifikan yang dimiliki oleh modul adalah:
1.      Bahan ajar mandiri. Dengan berbagai komponen yang terdapat di dalam modul, dimungkinkan peserta didik akan mampu belajar secara mandiri.
2.      Pengganti fungsi pendidik. Salah satu fungsi pendidik adalah untuk menjelaskan berbagai materi ajar yang tidak diketahui ataupun belum dipahami oleh peserta didik. Dan fungsi pendidik yang demikian juga dapat dimainkan oleh modul.
3.      Sebagai alat evaluasi. Latihan merupakn salah satu komponen yang harus ada dalam sebuah modul. Lewat latihan tersebut, peserta didik dapat mengukur penguasaannya terhadap materi ajar yang sedang dipelajarinya secara mandiri.
4.      Sebagai bahan rujukan bagi peserta didik.
Dalam buku yang berjudul Pengembangan bahan Ajar, dijelahkan bahwa andriani memaparkan berbagai manfaat dari modul. Di antaranya dalah:
1.      Sebagai penyedia informasi dasar
2.      Sebagai bahan instruksi atau petunjuk bagi peserta didik
3.      Sebagai bahan pelengkap terhadap ilustrasi dan foto yang komunikatif
4.      Menjadi petunjuk pengajaran yang efektif bagi pendidik
5.      Menjadi bahan ajar untuk berlatih bagi peserta didik dalam melakukan penialaian terhadap diri mereka sendiri.

C.    CIRI-CIRI/KARAKTERISTIK MODUL
Berikut adalah karakteristik atau ciri-ciri modul;
1.      Dirancang untuk sistem pembelajaran mandiri
2.      Merupakan program pembelajaran yang utuh dan sistematis
3.      Mengandung tujuan, bahan atau kegiatan, dan evaluasi
4.      Disajikan secara komunikatif (dua arah)
5.      Diupayakan agar dapat menggantikan beberapa peran pendidik
6.      Cakupan bahasan terfokus dan terukur
7.      Mementingkan aktivitas belajar pemakai
Sedangkan menurut Vebrianto terdapat 5 karakteristik modul.
1.      Modul merupakan unit (paket) pengajaran terkecil yang lengkap
2.      Modul memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan dan sistematis
3.      Modul memuat tujuan belajar yang dirumuskan secara eksplisit dan spesifik
4.      Dapat memungkinkan siswa untuk belajar sendiri
5.      Modul adalah realisasi pengakuan pengakuan perbedaan individual.

D.    KOMPONEN/UNSUR-UNSUR YANG HARUS ADA DI DALAM MODUL
Hujairah Sanaki dalam bukunya Media pembelajaran menyampaikan bahwa paling tidak, modul memiliki komponen utama:[5]
1.      Petunjuk umum. Petunjuk umum sebuah modul terdiri dari:
a.       Kompetensi dasar
b.      Pokok-pokok materi pembelajaran
c.       Indicator pencapaian
d.      Referensi atau buku yang digunakan
e.       Strategi atau sekenario pembelajaran
f.       Lembar kegiatan belajar
g.      Evaluasi
2.      Materi pembelajaran terdiri dari satu pokok bahasan atau lebih, pertemuan, sesuai dengan SAP dan silabi
3.      Lembar kerja memuat pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan materi pembelajaran yang telah diberikan.
Secara lebih terperinci, Vembrianto memaparkan dalam bukunya, pengantar Pengajaran Modul, bahwa modul terdiri dari 7 macam komponen:
1.        Rumusan tujuan pengajaran yang eksplisit dan spesifik. Tujuan pengajaran dalam hal ini dirumuskan dalam bentuk tingkah laku peserta didik yang diinginkan.
2.        Petunjuk untuk pendidik. Lewat petunjuk ini, pendidik dapat mengetahui bagaimana proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif
3.        Lembar kegiatan peserta didik. Lembar kegiatan ini berisi materi yang perlu dikuasai oleh peserta didik.
4.        Lembar kerja bagi peserta didik. Lembar kerja ini merupakan kertas lembaran kerja yng bisa digunakan oleh peserta didik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyertai lembar kegiatan.
5.        Kunci jawaban lembar kerja
6.        Lembar evaluasi. Lembar evaluasi ini merupakan sarana bagi pendidik untuk mengukur pencapaian terhadap tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
7.        Kunci jawaban lembar evalusasi.

E.     CARA MEMBUAT MODUL
Dalam penyusunan modul, terdapat empat langkah utama yang harus dilakukan:
1.      Analisis kurikulum
Tahapan ini dilakukan untuk menentukan materi apa yang membutuhkan bahan ajar. Dalam hal ini, analisis dilakukan dengan cara melihat inti materi yang diajarkan, serta kompetensi dan hasil belajar kritis yang harus dimiliki oleh peserta didik.
2.      Menentukan judul modul
Untuk menentukan judul modul, perlu mengacu pada kompetensi dasar atau materi pokok yang ada di dalam kurikulum.Satu kompetensi dasar dapat dijadikan satu judul modul apabila kompetensi dasar tersebut tidak terlalu besar. Sedangkan besar tidaknya kompetensi dasar dapat dilihat, antara lain dengan cara, apabila diuraikan ke dalam materi pokok (MP) maksimal menjadi 4 MP, maka kompetensi dasar tersebut dapat dijadikan satu judul modul. Namun jika lebih, maka perlu ditinjau ulang apakah akan dijadikan satu judul modul, atau lebih.
3.      Memberi kode pada modul
Di dalam penyusunan modul, digunakan sebuah kode yang bertujuan untuk memudahkan pengelolaan modul.Pada umumnya, kode tersebut berupa angka yang diberi makna.Seperti digit pertama, angka satu (1) berarti IPA, angka (2) berarti IPS, angka tiga (3) berarti bahasa, dan seterusnya. Selanjutnya digit kedua merupakan kelompok utama kajian, aktivitas, atau spesialisasi pada jurusan yang bersangkutan.Contohnya, untuk jurusan IPA, angka satu (1) pada digit kedua berarti Fisika, angka dua (2) berarti Kimia, dan seterusnya.
4.      Penulisan modul
Di dalam penulisan modul, terdapat 5 hal penting yang dijadikan ajuan. Yaitu:
a.       Perumusan kompetensi dasar yang harus dikuasai
Rumusan kompetensi dasar merupkan tingkah laku yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah mereka berhasil menyelesaikan modul tersebut.Jika modul telah terselesaikan namun peserta didik belum memiliki kompetensi dasar yang diinginkan, maka kompetensi tersebut perlu dirumuskan kembali. Berikut contoh kompetensi dasar:
mahasiswa mampu memahami pengertian akhlak dalam konteks tasawuf, mempu membedakan antara akhlak, etika, dan moral, serta mampu mengamalkan akhlakul karimah” (diambil dari modul Aklak Tasawuf yang disusun oleh Prof. Dr. alwan Khoiri, M.A. yang digunakan sebagai bahan ajar di Jurusan Pendidikan Biologi fakultas Sain dan teknologi UIN Sunan Kalijaga).
b.      Penentuan alat evaluasi atau penilaian
Alat evaluasi atau penilaian yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebehasilan peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar yang ada.
c.       Penyusunan materi
Isi modul tentu akan sangat bergantung kepada kompetensi dasar yang ingin dicapai. Dari segi kebahasaan, kalimat yang digunakan dalam penyusunan modul haruslah kalimat yang sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta didik.Berbagai referensi atau sumber rujukan yang digunakan juga perlu dicantumkan di dalamnya, agar peserta didik dapat membaca lebih mendalam berbagai materi yang ada di dalam modul tersebut.
d.      Urutan pengajaran
Dalam penyusunan modul, terkait dengan urutan pengajaran dapat dicantumkan di dalam petunjuk penggunaan modul yang petunjuk ini berisi arahan-arahan kepada pendidik dan peserta didik.
e.       Struktur bahan ajar
Telah di sampaikan sebelumnya bahwa struktur atau komponen yang perlu ada di dalam modul itu terdapat 7 macam.Akan tetapi berdasarkan karakteristik materi pelajaran, sumber daya, dan lain sebagaianya, maka di lapangan struktur yang ada pada modul dapat beraneka macam.




BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah diurai dalam bab 2 di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Modul merupakan salah satu media pembelajaran teks yang berbentuk cetak yang menekankan pembelajaran secara mandiri.
2.      Tujuan utama dari media pembelajaran modul ini adalah agar siswa dapat belajar secara mandiri. Dan mengacu pada tujuan tersebut, maka fungsi modul adalah sebagai media pembelajaran mandiri. Sedangkan manfaatnya tidak jauh berbeda dengan media pembelajaran lainnya, yakni manfaat yang utama adalah sebagai sumber informadi bagi peserta didik.
3.      Secara rinci, ciri atau karakteristik modul terbagi menjadi 7 bagian yang secara keseluruhan mengarah pada rancangan sistem pembelajaran mandiri, utuh, serta komunikatif.
4.      Komponen yang perlu ada di dalam sebuah modul adalah petunjuk umum, materi pembelajaran, dan lembar kerja.
5.      Penyusunan modul terbagi ke dalam 4 langkah, yaitu analisis kurikulum, penentuan judul modul, pemberian kode pada modul, dan penulisan modul.

B.     SARAN-SARAN
Dari uraian di atas, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian lebih lanjut:
1.      Media pembelajaran modul perlu digunakan secara maksimal. Dalam artian, penggunaan modul haruslah sesuai dengan tujuan yang ada, yaitu untuk pembelajaran mandiri.
2.      Perlu diberi kebebasan bagi penyusun mudul untuk mementukan komponen yang perlu ada dalam sebuah modul, sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan.



[1] Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat bahan Ajar Inovatif; Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan, DIVA Press, Yogyakarta, 2011, hal 104
[2]Kamus Besar bahasa Indonesia offline versi 1.1 (digital), 2010
[3]St. vebriarto, Pengantar Pengajaran Modul (Yogyakarta: yayasan Pendidikan Paramita, 1985)dalam Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat bahan Ajar Inovatif; Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan, DIVA Press, Yogyakarta, 2011, hal 105
[4]Yudhi Munadi, Media Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru, GP Press, Ciputat, 2008, hal. 99
[5]Hujairah sanaki, Media Pembelajaran, Safiria Insania Press, Yogyakarta 2009 hal. 166

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar